Sport

Indonesia dan Prancis Dorong Pengembangan Sepak Bola Putri Lewat Program Next Goal

Jakarta (KABARIN) - Indonesia bersama Prancis mempererat kerja sama di bidang olahraga melalui program Next Goal yang fokus pada pengembangan sepak bola putri di Tanah Air.

Program ini melibatkan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Federation Francaise de Football atau FFF, dan PSSI. Fokus utamanya adalah memperkuat peran perempuan dalam sepak bola, mendorong kesetaraan kesempatan, serta membangun sistem pembinaan yang lebih berkelanjutan.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan dukungan terhadap program ini sebagai langkah konkret untuk mempercepat perkembangan sepak bola putri di Indonesia.

“Kami menyambut baik kolaborasi melalui program Next Goal ini sebagai langkah nyata percepatan perkembangan sepak bola perempuan di Indonesia. PSSI percaya, kemajuan sepak bola tidak hanya diukur dari prestasi timnas, tetapi juga seberapa besar kita memberi kesempatan setara bagi generasi muda, termasuk perempuan, untuk berkembang dan berprestasi bersama,” kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Ia juga menilai kerja sama dengan federasi sepak bola Prancis menjadi peluang penting untuk belajar dari negara dengan tradisi sepak bola yang kuat sekaligus memperkuat fondasi pembinaan di Indonesia.

“Kerja sama dengan Federasi Sepak Bola Prancis dan Kedutaan Besar Prancis menjadi momentum untuk belajar dari pengalaman negara yang memiliki tradisi sepak bola kuat, sekaligus memperkuat fondasi pembinaan pemain, pelatih, dan tata kelola sepak bola di Indonesia. Semoga akan lahir talenta-talenta baru yang mempercepat kemajuan sepak bola putri Indonesia yang berkelanjutan,” kata Erick Thohir.

Program Next Goal sendiri merupakan lanjutan dari inisiatif Bola d’Or Indonesia yang dimulai pada 2024 dan berfokus pada pencarian serta pembinaan talenta muda melalui pelatihan dan beasiswa.

Dalam pelaksanaannya, program ini menargetkan lebih dari 500 peserta dengan tiga fokus utama yaitu pengembangan pemain, peningkatan kualitas pelatih, serta penguatan manajemen dan aspek hukum olahraga.

Sebanyak 400 pesepak bola putri usia 7 hingga 12 tahun akan mengikuti Grassroots Festival di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, 19 pemain tim nasional U-17 putri juga akan menjalani pemusatan latihan bersama pelatih dari Prancis.

Di sisi pelatih, sekitar 60 orang akan mendapat pelatihan di Indonesia, sementara lima pelatih terpilih akan diberangkatkan ke Prancis untuk mengikuti program khusus yang membahas metode kepelatihan modern dan pendekatan pembinaan yang inklusif.

Program ini juga melibatkan 25 peserta perempuan dalam pelatihan manajemen olahraga di Jakarta yang membahas kepemimpinan, tata kelola kompetisi, hingga pengembangan sepak bola putri.

Kegiatan lain dalam program ini akan digelar pada 11 sampai 12 April 2026 di Bandung berupa klinik pelatihan dan lokakarya yang menghadirkan instruktur dari akademi sepak bola Prancis serta pemain nasional.

Setelah itu, peserta terpilih akan mengikuti pelatihan lanjutan di pusat pelatihan FFF di Clairefontaine, Prancis pada 3 sampai 9 Mei 2026, termasuk kunjungan ke kantor FFF dan FIFA di Paris.

Program ini juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama jangka panjang antara FFF dan Garuda Academy melalui penandatanganan nota kesepahaman sebagai bagian dari pengembangan sepak bola kedua negara.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: